Guru Tetap Diperlukan di Tengah Krisis Moral Siswa

Guru Tetap Diperlukan di Tengah Krisis Moral Siswa

Smallest Font
Largest Font

Oleh: Aftiar Riski*

MEDIAMU.COM - Maraknya kasus yang beredar, sebuah kejadian dan peristiwa yang seharusnya tidak patut di lakukan. Beberapa belakangan ini sering mendengar kasus yang kurang enak didengar dan dilihat bahwa kurangnya etika siswa dalam dunia Pendidikan. Seperti pada kasus yang pernah dilihat, seorang guru bernama Joko Susilo, guru di SMK NU 03 Kaliwungu Kendal di dorong dan dikeroyok oleh 4 siswa. Walaupun peristiwa tersebut dianggap lelucon akan tetapi jika dilihat dari segi etika tidak semestinya dilakukan.

Bukan hanya itu, dunia Pendidikan juga diguncang Kembali dengan beredarnya seorang siswa di SMKN 1 Gowa, Sulawesi selatan yang mengacungkan jari tenganya kepada seorang guru. Hal ini bukan sekeder hal biasa, hal ini menjadi pengingat untuk semua pihak bahwa di tengah perkembangan teknologi yang pesat ini krisis moral di kalangan pelajar justru semakin tinggi karena kurangnya Pendidikan karakter. Banyak siswa yang lebih mudah meniru perilaku dari media sosial dibanding meneladani sikap guru di sekolah. Kurangnya pendidikan karakter, pengawasan, dan pembiasaan etika membuat nilai-nilai sopan santun perlahan terkikis dari lingkungan belajar. Dunia pendidikan kini menghadapi tantangan besar, bukan hanya dalam meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga dalam menanamkan budi pekerti dan rasa hormat kepada orang lain.

Sebenarnya dengan maraknya kejadian ini tidak menyalahkan suatu perkembangan teknologi dan perkembangan zaman, melainkan peran guru sangat penting untuk mendidik moral. Apalagi perana guru tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan, sebab Pendidikan bukan hanya sekedar transfer ilmu, tetapi juga membantu dalam pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan. 

Keadaan ini menjadi tanda penting bagi dunia Pendidikan untuk Kembali menegaskan pentingnya peran guru sebagai pembentuk karakter siswa, bukan hanya sekedar mengajarkan sebuah materi saja. Pendidikan karakter harus menjadi dasar dalam setiap proses pembelajaran agar siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak dan empati yang baik. Dengan ini orang tua pun perlu memberikan ruang dan dukungan kepada seorang guru untuk berinteraksi secara moral dan emosional dengan siswa. Melalui Kerjasama antar guru dan orang tua diharapkan terciptanya generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, melainkan tumbuh sikap yang beradap dan beretika.

Pada akhirnya, dengan berkembangnya teknologi dan perubahan zaman tidak menjauhkan siswa dari nilai-nilai moral yang menjadi dasar kehidupan. Justru di era modern ini, guru semakin diburuhkan untuk menuntun generasi muda agar tidak kehilangan arah. Oleh karena itu, sudah saatnya menyadari bahwa guru bukan sekedar sosok yang mentransfer ilmu melainkan juga sosok yang menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan.

*Penulis adalah mahasiswa magang prodi Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait