Guru: Cinta Murid dan Cinta Ilmu

Guru: Cinta Murid dan Cinta Ilmu

Smallest Font
Largest Font

Oleh: Arif Jamali Muis

MEDIAMU.COM - Dalam salah satu sambutan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan dua sikap yang harus dimiliki oleh guru, yaitu cinta murid dan cinta ilmu. Bahkan, menurut Pak Menteri Mu’ti, jika dua sikap ini tidak dimiliki oleh guru, seberapa besar pun penghasilan yang didapatkan, ia tidak akan bahagia.

Pertanyaannya, mengapa dua sikap ini penting dimiliki oleh guru?

Murid Investasi Guru

Dalam literatur budaya bangsa Indonesia, profesi guru adalah profesi yang sangat terhormat, sosok manusia yang memiliki ilmu yang tinggi dan perilaku yang anggun. Guru dalam pandangan masyarakat terhormat karena ia mendidik agar para murid dapat menghadapi kehidupan ini dengan baik, memberikan bekal yang cukup sehingga mereka dapat hidup secara bermartabat. Maka, tidak jarang sebagian orang mengatakan bahwa guru adalah pewaris risalah kenabian.

Bagi masyarakat religius seperti Indonesia, mendidik adalah bagian dari ibadah yang mempunyai implikasi pahala di akhirat. Dalam ajaran agama Islam, salah satu pahala yang akan terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat. Apa yang diajarkan dan dididikkan oleh guru kepada muridnya adalah ilmu yang bermanfaat bagi keberlanjutan hidup sang murid. Maka, pahala (kebaikan-kebaikan) akan terus mengalir kepada guru tersebut, bahkan sampai akhirat kelak.

Pemaknaan ini penting bagi seorang guru, bahwa muridnya adalah investasi kebaikan bagi dirinya. Oleh karena itu, murid adalah aset berharga bagi guru yang harus ia cintai dan rawat sebaik-baiknya. Betapa bahagianya seorang guru ketika ia mengajar dan mendidik dengan membayangkan kebaikan-kebaikan yang akan ia terima. Itulah mengapa guru harus mencintai muridnya.

Guru Personifikasi Ilmu

Salah satu tugas guru adalah mentransfer ilmu pengetahuan kepada muridnya, dan guru adalah personifikasi ilmu tersebut yang langsung dilihat oleh murid. Pengalaman saya sebagai murid menunjukkan bahwa saya begitu kagum dan tertarik dengan suatu mata pelajaran karena melihat sosok guru yang sangat paham dan pintar.

Guru mampu menjadi personifikasi ilmu jika ia memahami dan menguasai ilmu yang akan diajarkan kepada muridnya. Tanpa itu, guru akan dipandang sebelah mata oleh murid. Itulah sebabnya guru harus mencintai ilmu pengetahuan, karena dengan mencintai ilmu, guru akan semakin luas dan mendalam pengetahuannya. Dengan begitu, ia akan dapat mendidik murid dengan baik.

Guru yang pintar karena ilmu pengetahuannya yang luas dan mendalam di mata murid akan menjadi sosok yang mengagumkan. Ketika murid melihat dan mengagumi penguasaan serta kedalaman ilmu gurunya, maka saat itu juga murid akan memiliki ketertarikan terhadap ilmu pengetahuan. Itulah yang disebut guru merupakan personifikasi ilmu pengetahuan, dan kekaguman siswa adalah kebahagiaan guru.

Butuh Kesadaran

Cinta murid dan cinta ilmu harus menjadi kesadaran ketika seseorang memilih profesi sebagai guru, karena di situlah letak kebahagiaan guru. Bagaimana tidak bahagia jika seorang guru mencintai muridnya dan mencintai ilmu sehingga ia mendidik dengan sepenuh hati? Dengan begitu, murid mendapatkan bekal yang cukup untuk menghadapi kehidupan ini.

Bekal baik bagi murid itulah yang kita sebut sebagai amal jariyah seorang guru, yang pahalanya akan terus mengalir hingga kapan pun.

Wallahu a‘lam bishawab.

__

*Penulis adalah Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait