Sensus Ekonomi 2026 dan Pertaruhan Masa Depan Kalsel: Potret, Peluang, atau Sekadar Angka
Yogyakarta - Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi momentum penting bagi Kalimantan Selatan. Melalui pendataan menyeluruh terhadap usaha, baik skala besar maupun UMKM, sensus ini diharapkan memberi gambaran nyata tentang arah dan masa depan ekonomi daerah.
Selama periode 2021–2025, ekonomi Kalsel mengalami dinamika cukup tajam. Pada 2021 pertumbuhan ekonomi tercatat 3,4 persen pascapandemi, meningkat menjadi 4,6 persen pada 2022, dan mencapai puncak 5,2 persen di 2023 berkat kenaikan harga batu bara. Namun, pada 2024 terjadi perlambatan ke 4,1 persen akibat melemahnya permintaan global, sementara 2025 diperkirakan hanya tumbuh sekitar 4,3 persen. Struktur ekonomi Kalsel masih didominasi sektor pertambangan sebesar 42 persen, diikuti perdagangan 28 persen, industri pengolahan 15 persen, dan sisanya sektor lain.
BPS menekankan bahwa tujuan utama Sensus Ekonomi 2026 adalah memotret kondisi usaha secara lengkap. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar kebijakan diversifikasi ekonomi, penguatan UMKM, serta peningkatan sektor industri dan jasa agar tidak hanya bergantung pada komoditas tambang.
Analisis menunjukkan UMKM berkontribusi rata-rata 57 persen terhadap penyerapan tenaga kerja Kalsel dalam lima tahun terakhir, namun sumbangannya terhadap PDRB baru sekitar 36 persen. Kesenjangan ini mengindikasikan rendahnya produktivitas, sehingga sensus diharapkan mampu membuka jalan agar UMKM naik kelas dan memberi kontribusi ekonomi yang lebih besar.
Hasil evaluasi tren lima tahun terakhir menunjukkan bahwa tanpa strategi berbasis data, Kalsel berisiko terus menghadapi siklus naik-turun akibat ketergantungan tambang. Dengan sensus yang akurat, pemerintah daerah dapat merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran, mulai dari pemberdayaan UMKM, digitalisasi usaha, hingga pemerataan infrastruktur ekonomi.
Menurut saya, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan taruhan besar bagi masa depan Kalsel. Jika data sensus dimanfaatkan serius, peluang membangun ekonomi inklusif, berkelanjutan, dan tahan krisis akan terbuka lebar. Namun jika hanya berhenti pada tumpukan angka, sensus ini berisiko menjadi dokumen tebal yang dilupakan di rak arsip.
Nashrul Mu'minin Content Writer Yogyakarta
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow