Polemik Tayangan Trans 7 dan Bagaimana Seharusnya Kita Merespons
Oleh: Natasha*
MEDIAMU.COM - Belakangan ini, publik ramai membicarakan salah satu siaran televisi dari stasiun Trans7 yang dinilai menyinggung kalangan pesantren. Tayangan tersebut berisi potongan video tentang budaya santri bersalaman dengan kiyai mereka dengan narasi yang dinilai merendahkan santri dan membuat kiyai seolah-olah mengambil keuntungan. Beragam tanggapan pun muncul dari yang mengecam, yang membela, hingga yang mencoba melihat dari sisi tengah.
Sebagai seorang murid, juga santri, kita diajarkan satu hal penting yaitu adab kepada guru dan orang yang berilmu. Seorang guru bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi juga penuntun jalan. Maka, menghormati guru berarti juga menghargai ilmu itu sendiri yang menjadi bagian dari laku hidup yang mengakar kuat.
Namun, kita juga harus memahami bahwa di sisi lain, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dalam menjalankan fungsinya, media berita harus berpegang pada kode etik jurnalistik. Ada prinsip-prinsip yang wajib dijaga yaitu kebenaran, keseimbangan, dan verifikasi data, serta penghormatan terhadap keberagaman dan nilai-nilai yang ada.
Ketika sebuah media menayangkan berita atau konten yang menyangkut agama, seharusnya mereka lebih berhati-hati. Agama bukan sekadar topik, melainkan bagian sensitif dari identitas dan keyakinan masyarakat. Kesalahan kecil dalam penyajian bisa menimbulkan kesalahpahaman besar. Karena itu, penting bagi media untuk memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan telah diuji kebenarannya dan bersumber dari pihak-pihak yang kredibel.
Dalam kasus Trans7, banyak pihak menilai bahwa ada kekeliruan dalam penyajian berita atau tayangan yang melibatkan citra dunia pesantren. Apapun bentuk kesalahannya, langkah permintaan maaf adalah hal yang patut diapresiasi. Namun tentu saja, permintaan maaf seharusnya tidak berhenti di kata-kata. Diperlukan refleksi mendalam agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Media perlu belajar lebih banyak tentang kepekaan sosial dan etika publik.
*penulis adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow