Tekanan Akademik Dan Goresan Luka Tak Kasat Mata

Tekanan Akademik Dan Goresan Luka Tak Kasat Mata

Smallest Font
Largest Font

Oleh: Aftiar Riski Ibnuzaeni

MEDIAMU.COM - Di tengah tuntutan akademik yang semakin meningkat, muncul berbagai kasus bunuh diri banyak sekali di kalangan mahasiswa. Banyaknya di antara mereka yang tidak kuat menghadapi berbagai tekanan akademik, ekspektasi keluarga, maupun omongan lingkungan sekitar. Seperti kasus seorang mahasiswa di Malang yang nekat bunuh diri dengan menceburkan diri di aliran sungai Brantas. Belakangan diketahui pemicu korban berinisial MAS (24), warga Kepanjen, Kabupaten Malang, bunuh diri karena depresi.

Bukan hanya itu, beberapa berita belakangan ini Seorang mahasiswa Universitas Buddhi Dharma berinisial DS ditemukan meninggal dunia di kampusnya setelah mengalami depresi yang sudah berlangsung lama. Sebelum tewas, korban telah menjalani pengobatan ke psikiater dan dokter sebelumnya. Banyak mahasiswa yang terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya menyimpan banyak beban yang tidak terlihat. Sebenarnya banyak sekali ketakutan ketakutan yang sudah dipendam. Takut mengecewakan orang tua takut dianggap tidak pintar, bahkan takut menjadi bahan omongan di lingkungan sekitar.

Sebenarnya tekanan di dalam dunia akademik tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi tekanan dan masalah sering muncul Ketika mahasiswa dinilai hanya dari pencapaian akademiknya saja. Seharusnya lingkungan kampus dan lingkungan sekitarnya memahami bahwa setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Banyaknya kompetisi terlalu tinggi membuat mahasiswa takut melakukan kesalahan, bahkan takut untuk meminta bantuan. Banyaknya mahasiswa yang dipaksa untuk kuat dan harus bisa tanpa diberi sisa ruang untuk mengeluh. Padahal jika kita lihat, setiap orang memiliki cara masing masing dalam menjalani prosesnya.

Perlu kita lihat dan kita sadari, Kesehatan mental memiliki kedudukan yang sama penting dengan nilai akademik. Mungkin diperlukan setiap kampus perlu adanya layanan konseling yang dapat diakses untuk mahasiswanya. Tidak hanya itu dosen juga perlu memahami kondisi mahasiswanya. Sebagai orang tua juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga Kesehatan mental. Tidak semua dukungan dalam bentuk pencapaian, terkadang didengarkan dan diyakinkan itu menjadi sebuah dukungan yang dibutuhkan oleh Sebagian mahasiswa. 

Pada akhinya, kesuksesan bukan hanya soal nilai tinggi atau prestasi akademik yang banyak. Akan tetapi, kesuksesan yang sebenarnya yaitu Ketika seseorang mampu menjalani hidup dengan seimbang, sehat secara mental, dan tetap menjadi dirinya sendiri.

*Penulis adalah tim magang mediamu dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait