Masjid Jogokariyan (6) : Membangun Tanpa Proposal
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya“. [Ath-Thalaq : 3]
Masjid Jogokariyan. Dari namanya memang memang memiliki keunikan. Umumnya, nama masjid menggunakan bahasa Arab, atau diambil dari nama orang yang membangun. Tetapi nama Masjid Jogokariyan diambil dari nama kampung di mana masjid tersebut berada. Mirip seperti nama-nama Masjid yang dibangun Rasulullah SAW. mulai dari Masjid Quba yang memang terletak di daerah Quba sampai Masjid yang dibangun di Bani Salamah, dikenal sebagai Bani Salamah.
Sebenarnya penamaan masjid sama dengan nama tempat merupakan hal lumrah di sekitar Jogokariyan. Seperti Masjid Ngadinegaran, Masjid Prawirotaman, Masjid Danunegaran dan sebagainya. Ternyata penamaan masjid sesuai dengan lokasi keberadaannya memiliki beberapa manfaat.
Pertama, penamaan semacam itu mengikuti apa yang telah dilakukan Rasulullah SAW. dengan memberi nama masjid sesuai dengan tempat.
Kedua, memberikan gambaran wilayah dakwah yang jelas. Karena bermana Masjid Jogokariyan maka wilayah dakwah yang diurusi adalah Kampung Jogokariyan.
Ketiga, menjadi alat perekat masyarakat. Mereka akan merasa memiliki karena masjid menyandang nama yang sama dengan nama kampung.
Keempat, memudahkan orang untuk langsung mengenali. Tanpa harus merujuk nama alamat yang dituju. Ini sangat baik, terutama untuk membangun brand.
Sejarah Masjid Jogokariyan
Merujuk pada website Masjid Jogokariyan, pembangunan masjid diawali dengan pembelian sebidang tanah seluas 600 meter persegi. Letaknya berada di sebelah selatan Masjid sekarang. Sebagian jamaah menginginkan agar masjid berada di pinggi jalan. Sehingga panitia pembangunan meloby pemilik tanah yang berada di utara lokasi agar mau tukar guling. Aakhirnya terjadi kesepakatan dan berdrilah Masjid Jogokariyan.
Para pendiri Masjid Jogokariyan merupakan pengusaha sekaligus pimpinan ranting Muhammadiyah Karangkajen. Ini menunjukkan bagaimana inisiatif dari gerakan dakwah yang melampaui kewilayahan. Terkadang sebagian kita hanya memikirkan kampung sendiri padahal memiliki potensi untuk melakukan dakwah secara lebih luas.
Setelah melalui proses panjang, sejak 1966 sampai dengan peresmian yang dibarengkan peringatan HUT ke 22 pada Agustus 1967 oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Masjid Jogokariyan secara resmi berdiri.
Pada tahun 1999 secara bertahap Masjid Jogokariyan mengalami renovasi akibat tidak lagi mampu menampung jamaah. Proses pembangunan hingga tiga lantai berlangsung sampai tahun 2003. Dengan total biaya sekitar Rp2,1 miliar.
Menghimpun Dana Tanpa Proposal
Umumnya panitia pembangunan masjid akan mencari dana dengan membuat proposal. Tetapi bagi Ketua Takmir Masjid Jogokariyan saat itu, cara demikian dianggap sebagai peminta-minta. Maka pihak takmir hanya membuat banner, di sini akan dibangun masjid disertai dengan nomor rekening.
Meskipun tidak membuat proposal, tetapi panitia menegaskan proposal terbaik adalah meminta kepada Allah SWT. karena Dia Maha Kaya. Takmir tidak bosan mengingatkan jamaah untuk memohon pertolongan Allah dengan memanjatkan doa. Maka takmir sebelum subuh mengumandangkan ajakan untuk tahajud.
Suatu ketika ajakan untuk shalat malam itu dikumandangkan dengan pengeras suara. Tidak diduga seorang tamu yang sedang menginap di hotel seputaran Masjid Jogokariyan mendengarkan ajakan itu. Ia lantas meminta tukang becak agar bisa nenunjukkan arah. Orang tersebut mengaku tergerak karena mendengarkan pengumuman. Ia pun lantas memberikan sumbangan sebesar Rp700 juta.
Di lain waktu, panitia masih menyimpan foto pembangunan tahun 1966-1967. Terlihat seorang lelaki sedang mengawari pembangunan. Foto tersebut kemudian disampaikan kepada anaknya. Panitia menceritakan perannya dalam pembangunan masjid. Sang anak ternyata tergerak untuk ikut. Ia menyumbangkan dana Rp1 miliar dan menjadi panitia pembagunan.
"Jika kita mengajukan proposal ke Bupati, Gubernur mungkin hanya Keluar ratusan ribu. Jika kita mengajukan proposal ke Allah SWT. akan mendapatkan lebih banyak, karena Allah lebih kaya," ungkap panitia. Jika niat dan tekad sudah bulat, niscaya akan ada jalan keluar. [e]
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow