Opini

Opini

Opini

May 23, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tolong, Maaf, Terima Kasih (1)

Oleh: Eko Harianto*

“Tolong, maaf, dan terima kasih” merupakan tiga kata yang sederhana, namun memiliki nilai pendidikan karakter yang sangat mendalam. Saat ini, kita mungkin prihatin dengan sikap anak-anak, remaja, bahkan mungkin orang tua yang sulit untuk mengucapkan ketiga kata tersebut. Sama halnya seperti kata “sabar” atau “ikhlas”, manusia secara lisan mudah dalam pengucapan, tetapi sulit dalam pelaksanaannya. Dan terkadang, tiga kata tersebut juga sulit dalam pengucapannya.

Pada kesempatan ini, saya hanya akan membahas tentang satu kata terlebih dahulu, yaitu kata “tolong”. Dalam perbuatan tolong tentu akan ada timbal balik yang diberikan, yaitu menolong.  Dan pastinya, dalam kehidupan di muka bumi ini setiap manusia pasti membutuhkan bantuan orang lain. Hal tersebut merupakan fitrah sebagai makhluk sosial. Kita tidak dapat cuek terhadap lingkungan di sekitar tempat kita tinggal. Salah satu contoh dalam hal pakaian yang kita pakai. Pastilah kita membutuhkan orang yang memintal kapas menjadi benang, dari benang di tenun menjadi kain, dari kain dijahit menjadi pakaian yang dapat kita pakai. Kita bisa melihat, ada berapa bagian yang harus kita lewati untuk memperoleh pakaian yang sudah jadi dan sesuai dengan selera kita?

Kita harus mau untuk saling berbagi dan membantu orang lain, entah itu sangat memerlukan bantuan kita, maupun belum begitu memerlukan bantuan kita. Sehingga akan semakin mengerti bahwa ada banyak orang lain yang memberikan bantuan, padahal kita benar-benar tidak tahu sebelumnya. Itu semua merupakan pertolongan orang lain yang tidak diminta secara langsung untuk membantu, akan tetapi memberi pertolongannya.

Tolong menolong merupakan upaya memberikan bantuan kepada orang lain yang memerlukan secara langsung maupun tidak langsung baik berupa harta, tenaga, pemikiran, dan lain sebagainya. Landasan dari tolong menolong ialah kebajikan dan ketakwaan. Sebagaimana telah dijelaskan dalam firman Allah SWT Surat Al-Maidah ayat 2; “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan, dan janganlah kamu tolong menolong dalam perbuatan dosa dam permusuhan.”

Dengan kehidupan saling tolong menolong dapat berdampak luas bagi kehidupan umat manusia. Diantaranya akan muncul upaya untuk menebarkan perdamaian, peningkatan ketakwaan, menebar kasih sayang kepada siapa saja. Ditegaskan juga bahwa dalam rangka tolong menolong antara sesama Muslim dengan saudaranya, Islam mengharamkan untuk saling mendiamkan di antara mereka melebihi tiga hari. Dan di antara dua orang yang saling mendiamkan, yang lebih mulia adalah yang memulai untuk menyampaikan salam terlebih dahulu.

Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Hujurat ayat 10; “Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Alloh agar kamu mendapatkan rahmat”.

Rasulullah Saw. juga menerangkannya; “Tidak boleh bagi seorang Muslim untuk mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari; jika berjumpa salah seorang memalingkan wajahnya, dan demikian pula saudaranya. Yang terbaik dari keduanya adalah yang memulai dengan salam”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Imam Abu Daud dalam himpunan hadisnya, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw. menjelaskan: “Barangsiapa memberi kelapangan seorang Muslim dari kesempitan dunia, maka Alloh akan melapangkannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang meringankan orang yang menderita, maka Alloh akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Alloh akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat. Dan sesungguhnya Alloh melindungi seorang hamba, sepanjang hamba itu melindungi saudaranya”. (HR. Abu Daud)

Tentunya, tolong menolong merupakan salah satu ibadah dalam kehidupan muslim yang sangat dianjurkan oleh syariat Islam untuk memberi pertolongan secara ikhlas dan Allah SWT memberi pahala yang sama di akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah Saw.: “Orang Islam adalah bersaudara, sesama Islam tidak boleh mendzaliminya dan membebani dengan sesuatu yang memberatinya dan siapa yang menunaikan sesuatu hajat saudaranya, maka Allah akan menunaikan hajatnya, dan barang siapa yang melepaskan sesuatu bala orang Islam, Allah akan melepaskan segala bala kesusahannya di akhirat, dan siapa yang menutup suatu aib orang Islam, Allah akan menutup aibnya di hari kiamat.” (Riwayat Bukhari)

Berdasarkan hadis di atas, bahwa sangatlah besar pahala orang-orang yang suka memberi pertolongan kepada orang lain, sekiranya pertolongan itu adalah ikhlas karena Allah SWT. Tulisan ini tidak hanya menekankan pada tolong menolong dalam hal sikap dan perbuatan, akan tetapi menekankan pada pengucapan kata “TOLONG” dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama manusia. Banyak manusia yang berilmu tinggi dan memiliki kedudukan yang tinggi, akan tetapi sangat sulit untuk mengeluarkan kata “TOLONG” dari lisannya bila minta bantuan orang lain.

Sahabat Ali bin Abi Thalib berkata, “Sesungguhnya yang disebut dengan orang alim adalah orang yang beramal dengan ilmunya dan ilmunya sesuai dengan amalnya.” Sedangkan Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya perkataan, namun ilmu adalah banyaknya rasa takut kepada Allah SWT”.

Marilah mulai saat ini untuk membiasakan menggunakan kata “TOLONG” kepada siapa yang kita mintakan bantuannya. Karena di dalam kata “TOLONG” merupakan ajaran Islam yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadits Nabi.

Bersambung


*Penulis adalah Mahasiswa Doktoral PPI UMY

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here