Meningkatnya Jumlah Mualaf, Bukti Nyata Kebenaran Islam
Bangsa barat didukung jaringan media yang mereka miliki telah lama berusaha menutup cahaya Islam. Islam dicitrakan dengan berbagai sifat buruk. Seperti suka berperang, bodoh, miskin, merendahkan wanita dan sederet kesan negatif lainnya. Sehingga banyak orang yang membenci Islam, tanpa mereka tahu seperti apa sebenarnya Islam.
Tetapi paska tragedi ambruknya gedung World Trade Centre (WTC) yang terjadi pada 9 September 2001 atau dikenal dengan tragedi 911, jumlah pemeluk Islam di Amerika Serikat justru bertambah dengan cepat. Menurut sebuah sensus, dalam rentang 2000-2010 muslim di Amerika meningkat dari 1 juta menjadi 2,6 juta orang. Peristiwa 911 ternyata justru membuat orang Amerika Serikat penasaran dan ingin tahu tentang Islam. Mereka lantas mencari informasi dari sumber langsung, Al Quran. Sehingga jumlah penjualan mushaf Al Quran terjemah di Amerika Serikta meningkat.
Setelah mendapatkan gambaran Islam dari Al Quran, sebagian besar masyarakat terkejut. Sebab ternyata Islam tidak seburuk yang diceritakan oleh media-media barat. Sebaliknya mereka menganggap ajaran Islam penuh kasih sayang dan cinta damai. Hal inilah yang membuat banyak warga Amerika Serikat kemudian memutuskan untuk memeluk Islam. Usaha untuk mencitrakan buruk tentang Islam, ternyata justru berbalik, banyak orang tertarik dengan Islam.
"Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Ali ‘Imran Ayat 54)
Masuk Islam dengan Sadar
Baru-baru ini, pemberitaan media, khususnya media online ramai memperbincangkan masuk Islamnya beberapa tokoh populer di Indonesia. Seperti dr. Richard Lee dan juga YouTuber Bobon Satosa. Keduanya masuk Islam dalam waktu yang berdekatan, pada Bulan Ramadan 2025.
Seperti umumnya mualaf lain, mereka masuk Islam dengan kesadaran sendiri. Melewati proses panjang dan perenungan sebelum akhirnya kembali kepada Islam. Mereka masuk Islam bukan karena iming-imin tertentu yang menarik. Tetapi hidayah datang karena mereka menemukan kedamaian dalam Islam. dr. Richard Lee, terpesona dengan satu ayat Al Quran, "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Baqarah/2:155-157)
Bahkan beberapa ilmuwan dunia juga memeluk Islam setelah mereka menemukan kesesuaian Al Quran dengan hasil riset yang mereka lakukan. Seperti Dr. Maurice Bucaille dari Perancis yang masuk Islam setelah meneliti jasad Fir'aun. Ia menemukan kandungan garam di dalam jasad, sehingga bisa awet sampai sekarang. Ia berkesimpulan Fir'aun mati karena tenggelam di lautan. Ini senada dengan firman Allah SWT yang menenggelamkan Fir'aun di lautan tetapi menyelamatkan jasadnya untuk menjadi pelajaran orang-orang sesudahnya.
“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami." (Yunus: 92)
Islam Akan Menyebar
Tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam. Sebagaiman dijelaskan dalam ayat Al Quran, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (QS. Al Baqarah: 256).
Maka jika ada orang yang masuk Islam dengan sungguh-sungguh, itu merupakan hidayah dari Allah SWT. Tidak ada seorang Nabi sekalipun yang mampu mengislamkan seseorang tanpa adanya hidayah. Seperti kisah Abu Thalib, paman sekaligus pembela Rasulullah SAW. dari gangguan orang Quraisy. Meskipun demikian sampai akhir hayat, tidak mau memeluk Islam.
Meningkatnya jumlah mualaf di Indonesia atau di dunia, merupakan sunnatullah. Ketika orang menggunakan hati dan akalnya untuk mencari kebenaran. Tidak herang Islam berkembang pesat di negara-negara maju seperti Jepang maupun Eropa. Jumlah umat Muslim saat ini sekitar 2 miliar dan menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen. Meskipun demikian, Agama Islam merupakan agama dengan tingkat pertumbuhan paling cepat di dunia.
“Perkara (Islam) ini akan merebak ke segenap penjuru yang ditembus oleh siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan ada satu rumah pun, baik di kota maupun di pelosok desa, melainkan akan dimasuki oleh Islam, sehingga yang mulia jadi mulia dan yang hina jadi terhina, di mana Allah akan memuliakannya dengan Islam dan menghinakannya dengan kekufuran.” (HR. Ahmad).
Pada tahun 2050 diprediksi Islam akan menjadi agama terbesar di dunia melampaui Kristen.
Masuk Islamnya beberapa public figur, tentu memberikan kebahagiaan tersendiri. Apalagi mereka masuk Islam dengan kesadaran dan keyakinan setelah mempelajari Islam. Tugas kita untuk membantu mereka dalam belajar dan memahami Islam. Merangkul mereka sebagai saudara, sebab mereka biasanya telah terpisah dari komunitas yang lama. [e]
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow