Masjid Jogokariyan (2) : Membangun Jamaah Masjid Tidak Sekadar Jamaah Shalat
"La Islama Illa bil Jama'ah"
"Tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah"
Umar bin Khattab ra.
Islam tidak akan bisa eksis tanpa sistem jamaah. Tidak akan terwujud kesejahteraan dan kemakmuran karena umat Islam belum bisa berjamaah dalam menjalani kehidupan. Kecuali baru sekadar jamaah dalam shalat. Selepas itu mereka menjalani kehidupan sendiri-sendiri dan melupakan jamaah.
Setiap hari kita membutuhkan makanan, mulai dari nasi dan bahan pokok lainnya. Tetapi dengan alasan selisih harga yang tidak seberapa, atau pelayanan yang kurang memuaskan, kita lebih memilih belanja kepada orang lain di luar jamaah. Kita tidak berpikir untuk bagaimana ikut membesarkan usaha saudara sesama muslim.
Begitu pula ketika membangun masjid atau rumah. Kebutuhan bahan bangunan kita beli kepada orang di luar jamaah. Sedangkan jika ada kegiatan atau agenda keumatan yang membutuhkan dana, kita mengajukan proposal kepada toko bangunan yang satu jamaah. Ini menjadi bukti, jika jamaah yang terbangun baru sebatas jamaah shalat, bukan jamaah masjid. Memisahkan urusan shalat dengan urusan berniaga. Sehingga jumlah umat islam yang mayoritas ini seolah tidak ada gunanya untuk membangun kesejahteraan dan kekuatan muslim secara bersama-sama.
Para petani kita masih banyak yang miskin, karena ketika panen raya, harga gabah menjadi murah. Ketika mereka tidak panen, harga gabah atau beras menjadi mahal. Jika jamaah masjid telah terbentuk maka kondisi itu akan bisa teratasi. Masjid bisa mengalokasikan sejumlah dana untuk membeli gabah ketika petani panen. Menyimpannya di dalam lumbung seperti nenek moyang kita melakukannya, kemudian menjual atau bahkan membagikannya kepada yang mebutuhkannya.
Masjid Jogokariyan, telah menginisiasi adanya ATM beras. Sehingga jamaah yang berhak bisa mengambil beras secara gratis. Sedangkan jamaah yang mampu bisa memberikan sumbangan. Selain berasal dari donator, beras yang dibagikan juga berasal dari sawah yang dimiliki Masjid Jogokariyan, yang ditanami padi dan hasilnya untuk kemakmuran jamaah.
Selain dalam bidang ekonomi, umat Islam juga belum bisa berjamaah dalam bidang politik. Sehingga dalam agenda Pemilu, umat Islam hanya menjadi komoditas yang diperebutkan dan dimanfaatkan. Menurut catatan Kementerian Agama, jumlah masjid di Indonesia mencapai 290 ribu masjid. Tetapi belum bisa memiliki posisi tawar dalam peta politik.
Menjadi Imam Masjid, Tidak Sekadar Imam Shalat
“Islam tidak akan tegak kecuali dengan jamaah,
dan jamaah tidak akan tegak kecuali dengan pemimpin,
sedangkan pemimpin tidak akan tegak kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.”
Demikian Kata Umar bin Khattab. Menunjukkan pentingnya peran seorang pemimpin. Dalam sebuah masjid, imam memiliki peran penting. Ia seharusnya menjadi imam masjid, tidak sekadar imam shalat. Sehingga di luar shalat pun ia bisa menghadirkan solusi persoalan umat.
Jamaah masjid terdiri dari beragam latar belakang profesi. Beragam kemampuan finansial dan sebagainya. Jika dipimpin orang yang kompeten maka akan bisa membawa banyak kemanfaatan. Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustaz Jazir ASP, mengungkapkan tahun 2003, jumlah muzaki 19 orang dengan zakat terkumpul 15 juta dalam setahun.
Gerakan wakaf produktif harus menjadi gerakan umat Islam. Sehingga bisa menjadi sumber pemasukan bagi masjid. Selama ini banyak wakaf yang berupa bangunan fisik, yang justru membutuhkan biaya perawatan.
Tetapi setelah uang masjid digunakan sebesar-besarnya kesejahteraan jamaah. Jumlah wakaf produktif yang terkumpul terus bertambah. Sampai Rp7 miliar dalam satu tahun. Bisa untuk membeli aset hotel, sehingga Masjid Jogokariyan bisa membiayai operasional secara mandiri. Termasuk menggaji pegawai, sebanyak 21 orang dengan gaji di atas UMR.
Dengan berjamaah, masjid akan menjadi makmur dan mampu memakmurkan jamaahnya. Tidak sekadar berbangga dengan bangunan yang megah. “Kiamat tidaklah terjadi hingga manusia berbangga-bangga dalam membangun masjid” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’i, Ahmad). [e]
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow