Opini

Opini

Opini

Jun 16, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kader Tahan Banting

Oleh: Muhammad Utama Al Faruqi*

Bagi kader-kader Muhammadiyah yang masih duduk di bangku sekolah, yang sebagian besar dari mereka adalah aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan sebagian lainnya adalah kader KOKAM Pemuda Muhammadiyah seringkali berhadapan dengan masalah antara sekolah dengan kegiatan organisasi. Bahkan banyak juga orangtua yang sampai melarang putra-putrinya untuk aktif di organisasi pelajar. Karena banyaknya kader yang “gugur” di tengah jalan, baik sekolah maupun aktivitas organisasinya.

Sebenarnya masalah itu memiliki beberapa solusi yang disarankan, yaitu antara lain :

  1. Meluruskan niat

Ketika seseorang kader Muhammadiyah yang pastinya beragama Islam. Sudah seharusnya untuk meniatkan dan mengarahkan semua aktivitasnya untuk ibadah, lebih khusus dalam belajar dan berorganisasi.

Agar aktivitas itu tidak sia-sia hilang begitu saja, bahkan bernilai tinggi.

Karena ibadah adalah sesuatu yang mencakup atas semua yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, dari perbuatan dan perkataan yang nampak maupun tidak.

Kader selalu dituntut untuk berkorban, mengorbankan waktu tidur, istirahat, dan bahkan waktu libur. Maka jika itu tidak diniatkan untuk ibadah, hanya akan terbuang sia-sia.

  1. Memahami tujuan dan jalan

Kita berjuang lewat Muhammadiyah, bukan untuk Muhammadiyah.

Hendaknya kita fokus pada meninggikan dua kalimat syahadat yang melingkar, tanpa harus meninggalkan tulisan “Muhammadiyah” yang ada ditengah panji perjuangan.

Resapilah maksud dan tujuan Muhammadiyah, dan pesan-pesan para tokoh pendahulu : KHA Dahlan, KH AR Fahruddin, Buya Hamka, Jendral Sudirman, dll.

  1. Mengatur diri dan waktu

Beberapa tips dalam mengatur diri dan waktu :

Membuat skala prioritas, bahkan lebih baik lagi jika membuat list atau daftar tugas agar lebih tertata dan rapi. Sehingga setiap kader mendahulukan yang memang itu penting baginya.

  • Jam shalat sebagai pokok aturan.
  • Tegas kepada diri sendiri.
  • Mengurangi ketergantungan pada hal-hal yang kurang bermanfaat.
  • Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya yang tepat.
  1. Memilih kawan yang baik.

Kawan yang baik, akan banyak membantu kader dalam menjalankan semua tugasnya. Karena kader selalu dituntut dengan berbagai kesibukan.

Terkadang kader juga harus absen dari kegiatan belajar di kelas, dan berbuat kesalahan.

Maka di sinilah pentingnya kawan yang baik yang memberi nasehat, doa dan membantu dalam belajar.

Ingat, dalam belajar bukan ujian.

  1. Menyerahkan semua urusan kepada Allah.

Sekuat-kuatnya diri kader mengerjakan semua tugas, jika Allah memberinya penyakit, akan tumbang juga. Maka disinilah pentingnya seorang kader menyerahkan semua tugas dan urusannya (baik sekolah atau aktivitasnya) kepada Allah, dzat Yang Maha Kuat. Jika bukan kepada Allah, lalu kepada siapa ? berdoa, meminta doa dan mendoakan.

Dan sebaik-baik yang diminta doa adalah kedua orangtua.

Allah dulu, Allah terus, dan Allah lagi.

Dari Allah, untuk Allah dan karena Allah


*Penulis adalah Sekretaris PCIM Arab Saudi
30 Mei 2018 11:12

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here