Opini

Opini

Opini

May 23, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Stop Bullying, Itu Bukan Budaya Kita!

Oleh: Tifani Eva Swastika

MEDIAMU.COM - Fenomena Bullying atau perundungan di Tanah Air masih menjadi salah satu masalah yang belum bisa diatasi. Indonesia masuk peringkat kelima dari 78 negara dengan kasus perundungan terbanyak. Bullying atau perundungan adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau kelompok yang lebih kuat. 

Pembullyan tidak hanya dilakukan secara fisik saja seperti memukul ataupun menendang, Namun bullying juga dapat dilakukan melalui media sosial, handphone, atau bahkan melalui tatapan mata dengan cara melihat seseorang dengan tatapan aneh dan mengintimidasi. Kasus bullying tidak hanya terjadi di lingkungan rumah, namun juga sering terjadi di lingkungan kantor, lingkungan pendidikan, bahkan lingkungan universitas. Hal ini menunjukkan bahwa pembullyan tidak pandang tempat. Pembullyan juga tak mengenal usia, dari anak kecil hingga orang dewasa bisa menjadi korban.

Mirisnya, di era teknologi canggih ini banyak masyarakat menganggap bahwa kasus bullying sudah tidak ada, meski seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini banyak sekali pemberitaan kasus bullying di media. Misalnya saja, baru-baru ini terjadi kasus Pembullyan telah terjadi di UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi yang banyak menyita perhatian masyarakat.

Pembullyan tersebut dilakukan oleh lima mahasiswa terhadap dua mahasiswi di dalam lift. Baik pelaku maupun korban, mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi di Universitas tersebut. Kejadian tersebut bermula saat Para Mahasiswi terganggu karena pintu lift tak kunjung tertutup karena dimainkan oleh sekelompok mahasiswa yang lain. Kemudian salah seorang mahasiswi yang berada di dalam lift itu merekam aksi bully tersebut menggunakan kamera ponselnya dan mengunggahnya di media sosial sehingga menjadi viral dan menghebohkan masyarakat.

Akibat kejadian tersebut masyarakat merasa resah dan khawatir terutama para orang tua yang mempunyai anak seusia dengan korban dan sedang menempuh pendidikan di universitas. Banyak orang tua mengaku khawatir akan nasib anaknya selama di universitas, terutama bagi mereka yang berada jauh dari anaknya dikarenakan anaknya harus merantau.

Adapun dampak negatif bullying bagi korban yaitu dapat mempengaruhi kesehatan mental, seperti memicu timbulnya gangguan emosi, trauma, dan penurunan prestasi. Mereka yang menjadi korban Bullying seringkali berpikir di dunia ini mereka hanya sendirian dan tidak ada yang menolong hingga pada akhirnya mereka memilih untuk diam. Mereka takut jika melapor situasi yang mereka hadapi akan menjadi semakin sulit dikemudian hari.

Hal ini perlu mendapatkan perhatian dan harus kita sikapi bersama untuk menghentikan bullying. Diperlukan peran orang dewasa seperti orangtua, guru, dosen, keluarga, hingga sekolah, lingkungan, dan bahkan Pemerintah untuk saling bekerjasama menghentikan kasus bullying yang ada.

Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi orang tersayang. Mari kita ciptakan lingkungan bebas bullying dan kekerasan . Stop bullying! Karena bullying bukanlah budaya kita!.

          

* Penulis adalah Mahasiswi Bisnis Jasa Makanan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ahmad  Dahlan Yogyakarta.

Editor: Fatan Asshidqi

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here