Opini

Opini

Opini

Jun 15, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

MuseumMu Kunjungi Bibilotek Alexandria Mesir

Oleh: Hj Widiyastuti, SS, M.Hum.

Alexandria adalah kota indah di Mesir, yang berjarak sekitar 3 jam dari Kairo. Dan, kota ini memiliki sejarah panjang serta berlapis, mulai dari penguasaan Romawi sampai Mesir.

Nama kota ini tidak bisa lepas dari Alexander Agung atau Iskandar Zulkarnaen. Ada yang meyebutnya Alexandria, ada yang menyebut kota ini Iskandariyah. Di kota ini terdapat sebuah peninggalan yang luar biasa yang disebut dengan Bibliotek Alexandria.

Bibliotek atau perpustakaan ini merupakan ikon kota dan menjadi kebanggaan Mesir karena menjadi salah satu perpustakaan terbesar di dunia.

Memasuki perpustakaan ini pun orang harus membayar 100 pounds atau sekitar Rp 80.000,00. Wow, membayangkan bagaimana kalau perpustakaan kita harus membayar untuk masuk?

Di dalam perpustakaan yang memiliki tidak kurang dari 8 juta koleksi ini, sekarang bukan hanya menjadi tempat untuk mencari buku. Namun juga menjadi tempat wisata. Banyak yang datang ke sana hanya untuk melihat-lihat. Apalagi di tempat ini juga ada museum. Mulai dari museum seni, barang antik hingga cerita tentang Alexandria.

Dan yang pasti, menikmati perpustakaan ini tak cukup satu hari. Arsitektur mezanin yang diterapkan membuat kita bisa melihat aktivitas di semua lantai. Dan ini sangat menyenangkan. Apalagi koleksi kuno yang ada di tempat ini, sangatlah langka. Sehingga tempat ini menjadi jujugan (tujuan) para peneliti.

Namun, tetap ada catatan dari kesempurnaan di bibliotek ini. Tempat shalat tampaknya tidak menjadi prioritas di sini sehingga hanya “disempilkan” saja. Padahal, untuk tempat sebesar ini, sudah selayaknya menyediakan tempat shalat yang layak.

O ya, tampaknya di Mesir setiap menjelaskan sesuatu penjelasan tentang tahun dan lokasi tidak dicantumkan. Sehingga sedikit menyulitkan kita untuk memahami konteksnya.

Satu lagi, perpustakaan ini menyediakan amphitheater, yang memungkinkan masyarakat untuk melihat pertunjukan dan berkegiatan di sini. Integritas yang sangat baik untuk sebuah fasilitas publik.

Namun, lepas dari itu, luar biasa perhatian negara terhadap perpustakaan ini. 

O ya satu lagi. Perpustakaan ini menjadi saksi cinta seorang Julius Caesar kepada Cleopatra. Di mana untuk menunjukkan rasa penyesalannya, dia memberikan 200 ribu buku ke Alexandria untuk mengganti buku-buku yang telah dibakarnya.

Romantika melalui buku sudah ada di abad pertama Masehi.

Catatan untuk MuseumMu adalah fasilitas publik, kelengkapan informasi dan ketersediaan perpustakaan untuk kepentingan riset, tiket dan amphiteater terbuka.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here