Opini

Opini

Opini

Jun 16, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Yunahar Ilyas tetap Rendah Hati

Oleh: Niko Kuncoro

“Niko, kalau mengisi pengajian ranting Anda ba’da Ashar sepertinya saya belum bisa karena ba’da Maghrib saya harus mengisi pengajian di Klaten sehingga saya butuh istirahat terlebih dahulu. Kalau misalnya pengajian rantingnya Niko dimajukan ba’da Dzuhur bagaimana ya?”

Itu adalah SMS beliau kepada saya di sekitar tahun 2011-2012 yang lalu.

Bagi saya, yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di salah satu wilayah di Kecamatan Depok, Sleman, sangat terkejut Buya Yunahar Ilyas masih menawarkan pengganti waktunya.

Sangat jarang sekali sekelas ulama, guru besar, profesor, menawarkan waktu pengganti pada sebuah pengajian tingkat ranting.

Jujur saja, pada umumnya, semakin tinggi gelar akademis dan semakin tinggi jabatan, maka semakin slowrespon. Bahkan, tidak menanggapi sama sekali sebuah undangan dari “arus bawah” (pada umumnya, tentu tidak semua).

Tetapi berbeda dengan sosok alim ulama yang saat itu telah menjabat sebagai salah satu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Prof Dr Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag dengan senang dan rendah hati menawarkan waktu pengganti.

Jangankan sekelas beliau. Saat ini banyak sekali mubaligh yang lebih muda, gelar akademisnya lebih rendah, jabatannya lebih di kecil, ilmunya juga di bawah beliau, tetapi tidak menanggapi permohonan dakwah jamaah “arus bawah”.

Sejak pertama sampai beliau wafat, seingat saya, tidak pernah ada SMS atau WA saya yang tidak dibalas oleh beliau. Ini pelajaran bagi para mubaligh, da’i, juru dakwah, dan para intelektual maupun akademisi lainnya agar marilah kita menghargai undangan atau permintaan dakwah sekecil apapun.

Terlepas Anda bisa menghadiri atau tidak, minimal Anda membalas SMS, WA, atau permohonan orang yang mengundang Anda.

Selamat jalan, Buya Yunahar Ilyas. Kami benar-benar kehilangan dirimu. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftina ba’dahu.

Insyaallah Buya Yunahar Ilyas husnul khatimah. Aamiin yaa rabbal alamiinlamin.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here