Opini

Opini

Opini

Jun 16, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tokoh Wanita dalam Beragama dan Berkehidupan

Menjadi seorang Ibu, bagi seorang wanita selain sebagai kodrat, ia juga sebagai sebuah impian. Sebab, seorang Ibu memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan anaknya. Apabila seorang anak diasuh dan dibesarkan oleh seorang ibu yang cerdas, berakhlak mulia, maka akan muncullah generasi-generasi emas yang selalu mengedepankan kepentingan agama dalam kehidupannya. Hal yang tidak remeh ini sebenarnya sudah dicontohkan sejak di masa Rasulullah.

Banyak sekali contoh teladan seorang Ibu yang cerdas dan semangat dalam menuntut ilmu. Oeh karenanya, sebagai ajang pembelajaran dan memotivasi diri untuk terus menerus semangat dalam menuntut ilmu, alangkah elok sekali jika kita mengetahui contoh ulama-ulama wanita yang ada di Indonesia, yang tentu saja mereka juga memiliki peran sebagai seorang Ibu.

  1. Nyai Ahmad Dahlan

Beliau merupakan seorang wanita yang lahir di Kauman, Yogyakarta pada tahu  1872. Nyai Ahmad Dahlan mendapatkan pendidikan keislaman langsung dari ayahnya yang merupakan seorang pejabat agama di Keraton Yogyakarta.

Kegigihan dan keseriusan beliau dalam mempelajari ilmu terlihat dari nyaris setiap hari beliau belajar kitab-kitab agama berbahasa Arab-Jawa, atau bisa dikenal dengan pegon. Di kemudian hari, Siti Walidah, yah nama Asli Nyai Ahmad Dahlan adalah Siti Walidah. Ketika Ia menikah dengan KH. Ahmad Dahlan, maka sejak saat itu ia sapa dengan Nyai Ahmad Dahlan.

Setelah menikah, beliau menjadi semakin bertambah semangat dalam belajar dan mengamalkan ilmunya, yang tentu hal tersebut menjadi pelajaran, bahwa pernikahan, mnegarungir rumah tangga bukanlah sebuah penghambat seseorang dalam menjalankan kewajiban menuntut ilmu.

Pada tahun 1914 Nyai Ahmad Dahlan merintis sebuah perkumpulan pengajian perempuan yang diberi nama “Sopo Tresno”. Perkumpulan tersebut sellau istiqamah dalam berdakwah di kalangan perempuan, maka dari organisasi tersebut muncullah organisasi yang sampai saat ini dikenal dengan “Aisyiyah”.

  1. Rohana Kudus

Seorang wanita yang lahir di Minangkabau pada 1884. Sejak kecil, beliau sangat gemar mmebaca apa saja miliki ayahnya, mulai dari buku, majalan, surat kabar. Salah satu kebiasaannya ialah membaca surat kabar dengan suara yang lantang.

Pada masa itu, ketika di luar rumah, seorang anak hanya diajarkan shalat dan mengaji yang mengakibatkan mereka tidak bisa baca tulis al-Quran. Rohana kecil, saat itu tidak hanya mau menghafalkan al-Quran, melainkan ia hendak belajar baca tulis al-Quran dan memahami artinya. Ketika ia sudah menguasai al-Quran, beliau sangat bersemangat mengajarkannya kepada murid-muridnya.

Bahkan, di satu kesempatan, beliau mengatakan, “Perempuan harus sehat jasmani dan rohaninya, berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah, semuanya hanya akan terpenuhi dengan memilkiilmu pengetahuan”.

  1. Rahmah el Yunusiyah

Beliau lahir di Padang Panjang pada tahun 1900. Beliau menempuh pendidikan di Diniyah Putri School. Setiap sore, ia mengaji kepada Abdul Karim Amrullah )ayah Buya Hamka) di surau jembatan besi. Padang Panjang. Banyak hal yang dipelajari, mulai dar bahasa Arab, Fiqh, dan Ushul Fiqh.

Beliau juga belajar dari beberapa ulama terkemuka lainnya. Seperti Tuanku Muda Abdul Hamid Hakim (pimpinan sekolah Tawalib Padang Panjang), Syaikh Muhammad Jamil Jambek, Syaik Abdul Latif Rasjidi, dan Syaikh Daud Rasjidi.

Selain ilmu agama, beliau juga memelajari berbagai ilmu keterampilan. Ia pernah belajar kebidanan, menenun, dan menjahit.

Bagi beliau, pendidikan untuk wanita haris dapat menjadi media agar mereka bisa berperan dengan baik di keluarga maupun di lingkungan.

Dari ketiga contoh ulama wanita tersebut, maka dapatlah dinilai dan dilihat bahwa wanita juga memiliki kewajiban dalam menuntut ilmu, dan menjadi seorang Ibu bagi anak-anaknya, Istri bagi suaminya, anak bagi orangtuanya bukanlah penghambat dalam belajar.


Oleh: Anita Aprilia*
*Mahasiswi Tafsir Hadis UAD

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here