Opini

Opini

Opini

May 23, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PRM Wage Sepanjang Sidoarjo: Ranting Unggulan Nasional Terbaik 2018

Oleh: Jamaludin Ahmad

Pantas, ranting ini menjadi ranting terbaik nasional sejajar dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunungpring, Muntilan, Jawa Tengah, yang menjadi terbaik nasional tahun 2017.

PRM Wage merupakan salah satu dari 25 PRM yang ada di PCM Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur.

Saat ini, memiliki amal usaha berupa dua masjid dan satu musholla, SD Muhammadiyah Ikrom dengan 700 siswa, 1 buah BTM, 1 buah klinik pratama, 3 buah TPA, 1 buah TK/KB/PAUD/penitipan anak, 1 buah usaha katering, juga gedung kantor terpadu PRM Wage.

Untuk ukuran kantor sebuah ranting, gedung ini sangat megah. Karena dilengkapi fasilitas yang memadai dan seluruh ortom disediakan kantor, ada aula, juga   tersedia penginapan untuk tamu.

Muhammadiyah Ranting Wage setiap hari mengelola pengajian rutin untuk berbagai kelompok umur. Selain itu, juga ada berbagai model pengajian dari belajar al-Qur’an hingga kajian kitab, dalam rangka pembinaan jamaah yang diselenggarakan di dua masjid dan satu musholla.

Ranting ini juga ada pembinaan rutin untuk para imam di seluruh masjid dan musholla Muhammadiyah.

Pantaslah kalau ranting ini  punya semboyan “Ranting Serasa Pesantren”.

Pada hari Ahad, 29 September 2019 pagi, saya memenuhi undangan untuk memberikan pengajian di masjid Ikrom Muhamadiyah di komplek SD Muhammadiyah 3 Wage.

Masjid ini lantai satunya dibangun sepenuhnya oleh PRM Wage. Sedangkan lantai duanya dibangun sepenuhnya oleh keluarga besar keturunan Pangeran Diponegoro. 

Oleh karenanya, masjid ini kemudian diberi nama Masjid Ikrom Diponegoro.

Bangga dan bersyukur, ternyata keturunan Pangeran Diponegoro masih banyak yang meneruskan perjuangan kakek-buyut mereka, yaitu Pangeran Diponegoro.

Seperti terlihat di foto, pengajian rutin ini selalu dipenuhi jamaah. Wajah-wajah mereka yang hadir kelihatan bersih dan sumringah. Salah satu jamaah yang rutin hadir di pengajian PRM Wage dan juga pengajian tahsin al-Qur’an adalah seorang purnawirawan Polri jenderal bintang satu.

Di PRM Wage ini juga tinggal mas Mufid Muchlas Abror, alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang putranya ustadz HM Muchlas Abror, yang sewaktu mudanya sangat aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) hingga menjadi salah seorang ketua di Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur.

Bahkan, mas Mufid akhirnya bertemu jodoh dengan Ipmawati Jawa Timur. Di IPM Jawa Timur ini, mas Mufid satu angkatan dengab mas Prof. Fathul Wahid, yang sekarang menjadi Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Mas Wahid, waktu itu menjadi Ketua PW IPM Jawa Barat, sedangkan mas Mufid Ketua PW IPM Jawa Timur.

Di rumah mas Mufid inilah, pada pukul 00.55 WIB disediakan tempat tidur yang nyaman, sebelum paginya memberikan kajian di pengajian ahad pagi PRM Wage.

PRM Wage ini termasuk ranting baru di Sidoarjo, Jawa Timur. Dimulai dari memperoleh tanah wakaf dari istri Kakanwil Dinkes Jawa Timur waktu itu, maka didirikanlah amal usaha pertama ranting wage berupa masjid Ilham di salah satu komplek perumahan di Wage.

Dari masjid inilah pelan tetapi pasti, dakwah Muhammadiyah mulai bersinar. Amal usaha selanjutnya adalah pendirian Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) yang ketika diresmikan pertama kali, TK ini menempati garasi mobil salah satu rumah warga Muhammadiyah. TK ABA ini kemudian menjadi TK favorit dan menjadi TK percontohan, yang dalam perjalanan selanjutnya melahirkan SD Muhammadiyah 3 Wage yang sangat megah dan saat ini memiliki sekitar 700 siswa.

Untuk masuk sekolah di SD Muhammadiyah 3 Wage yang dikelola ranting ini, para orang tua harus antri/inden terlebih dulu bila putra-putrinya bisa belajar di SD Muhammadiyah Wage ini. Dalam silaturrahim kami dengan para pimpinan PRM Wage, salah seorang pengurusnya mengatakan bahwa Ranting Wage ini dikelola seperti mengelola perusahaan: tiap hari selalu rapat untuk mencari masalah dan menyelesaikannya.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here