Opini

Opini

Opini

May 23, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bagaimana Islam Menganjurkan Membahagiakan Orang Lain

MEDIAMU.COM - Bahagia adalah kumpulan dari perasaan bersyukur, puas, nikmat, senang, tenang, nyaman dan indah yang lahir dari hati dan pikiran.

Dalam sebuah riwayat disebutkan “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Ada pun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani).

Barang siapa yang suka diluaskan rezekinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR. Al-Bukhari no. 2067).

Adapun cara membuat gembira bisa dengan tindakan yang bermacam-macam. Yang terpenting adalah selama tidak melanggar aturan syara’. Bisa dengan perkataan yang menyenangkan, bisa dengan sikap rendah hati, tidak merasa yang paling mulia sendiri, menghormati hak-hak orang lain dan sebagainya.

 رُوِيَ، مَنْ اَدْخَلَ عَلَى مُؤْمِنٍ سُرُوْرًا، خَلَقَ اللهُ مِنْ ذَلِكَ السُرُوْرِ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَلَكٍ، يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. 

Artinya: Dalam kitab Al ‘Athiyyatul Haniyyah dijelaskan, barang siapa yang membahagiakan orang mukmin lain, Allah Ta’ala menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.

Bahkan dalam kitab Qomi’uth Thughyan diceritakan, Ada orang yang berlumur dosa, namun kemudian Allah melebur dosa-dosanya. Baginda Nabi bertanya kepada malaikat Jibril “sebab apa gerangan Allah mengampuni dosa-dosa orang itu?” malaikat Jibril menjawab

 لَهُ صَبِيٌّ صَغِيْرٌ، فَاِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ يَسْتَقْبِلُهُ، فَيَدْفَعُ اِلَيْهِ شَيْئًا مِنَ الْمَأْكُوْلاَتِ اَوْ مَا يَفْرَحُ بِهِ، فَاِذَا فَرِحَ الصَّبِيُّ يَكُوْنُ كَفَّارَةً لِذُنُوْبِهِ. 

Artinya: Karena ia memiliki anak kecil, ketika pulang dari bepergian, saat ia masuk ke rumahnya, ia disambut putranya yang masih kecil, ia memberikan buah tangan yang membuat sang buah hati bahagia. Kebahagiaan anak inilah yang mengakibatkan ia memperoleh “Kaffarotudz dzunub” dosa yang diampuni.

Dari beberapa riwayat yang telah di sebutkan kita dapat menarik kesimpulan yaitu Jangan sampai merugikan orang lain Sebisa mungkin kita berusaha menjadi orang yang dapat memberi manfaat kepada orang lain dan membahagiakan orang lain, melegakan hati orang lain, menghormati hak-hak sesama.   

Jika dalam hidup kita mengamalkan hal tersebut artinya menghormati hak-hak orang lain, membahagiakan insya Allah kita akan selamat, tentram dan dijauhkan dari hal-hal yang tak disukai.

Editor: Muhammad Fajrul Falaq. Tim Redaksi Mediamu.com

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here