Opini

Opini

Opini

May 23, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dulu Kampusnya Numpang di SD

Oleh: Drs M Afnan Hadikusumo

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berdiri dilatarbelakangi adanya desakan dari siswa-siswa SMP Muhammadiyah di Yogyakarta yang telah lulus ujian negara.

Waktu itu, mereka ingin melanjutkan ke jenjang sekolah menengah yang berbasis Islam dan Muhammadiyah.

Atas desakan tersebut, maka guru-guru Muhammadiyah di bawah pimpinan H. AG Dwidjosoeparto beserta R Muhammad Mukam Hisjam, Ir Sugiman, Moelono, Muhammad Aslam dan dibantu mahasiswa-mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mendirikan SMA Muhammadiyah pada Oktober 1948, yang menempati Sekolah Rakyat VI Muhammadiyah Yogyakarta (sekarang SD Muhammadiyah Ngupasan) di Jalan Bhayangkara No. 5 Yogyakarta.

Kegiatan belajar di SR VI Muhammadiyah Jalan Bhayangkara ini, hanya berjalan beberapa bulan saja. Hal itu disebabkan pada 19 Desember 1948 Belanda melakukan Agresi Militer II kepada ibukota Republik Indonesia kala itu di Yogyakarta.

Seperti halnya yang dilakukan anak muda maupun rakyat Indonesia yang lain, guru dan murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta juga ikut perang gerilya melawan agresi militer Belanda tersebut.

Berawal dari keprihatinan, sekarang alumninya sudah pada ke mana-mana dan banyak yang sukses menjalankana amanah, baik menjadi pejabat negara, pejabat di lembaga swasta, artis nasional, seniman kawakan, sutradara terkenal, tenaga profesional, ustadz kondang, dan sebagainya.

Semoga sekolah Muhammadiyah lainnya memiliki jejak langkah yang sama. Sehingga dapat mewakafkan para alumninya untuk mensejahterakan masyarakat banyak.


Diambil dari: FB Afnan Hadikusumo

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here