Opini

Opini

Opini

Apr 24, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sabar Hadapi Ujian untuk Raih Kemenangan

Oleh: H. Gita Danupranata, S.E., M.M.*

RAMADAN 1441 H dijalani saat terjadi pandemi Virus Korona (Covid-19), yang mengharuskan kita untuk banyak tinggal di dalam rumah. Kondisi saat ini berbalik seratus delapan puluh derajad dibanding Ramadan dalam kondisi normal, yang mengharuskan umat Islam menyemarakkan Ramadhan dengan berbagai kegiatan di Masjid/ mushalla dan dengan berbagai amalan ibadah lain yang mengumpulkan banyak orang.

Anjuran tetap tinggal di rumah tidak hanya dilakukan oleh ahli kesehatan yang sangat faham tentang penyebaran virus korona, tetapi juga didukung dari Majelis Ulama Indonesia, Ormas Islam bahkan dari Negara Saudi dan Negara yang penduduknya mayoritas lainnya dengan perspektif agama. Perdebatan umat masih ada terutama di media, bahkan beberapa tetap melakukan aktivitas ibadah, khususnya kegiatan Ramadan di Masjid dan Mushalla dengan berbagai argumennya. Dalam Alquran surat An-Nisa 59, Allah telah berfirman “Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (para pemimpin) di antara kalian”.

MUI, Ormas Islam, Saudi dan banyak Negara yang penduduknya mayoritas penduduknya Muslim, mesti harus kita yakini memiliki orang-orang yang mempunyai kemampuan luas dan mendalam dalam memahami agama Islam, sehingga kita tidak perlu ragu untuk menjalankan perintah, imbauan dan maklumat untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas yang mengumpulkan orang atau jemaah, termasuk di masjid, yang bisa kita pahami sebagai keringanan/ ruhsah Allah kepada ummatNya.

Wabah Korona mengingatkan kita pada firman Allah dalam surat Al Baqarah 155, yang artinya “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Sebagai muslim harus yakin bahwa jika sabar menghadapi cobaan akan banyak hikmah yang bisa didapatkan dari peristiwa ini. Kita harus dapat memaknai sabar secara benar, karena jika salah memaknai sabar akan berdampak lain, seperti dampak negatif, seperti tinggal di rumah tidak beraktivitas produktif itu namanya malas bukan sabar.

Work From Home (WFH), salat wajib berjemaah bersama keluarga, tadarus Alquran bersama keluarga dan amalan lainnya tetap dilaksanakan di rumah, itu makna atau praktik sebagian dari kesabaran. Membangun kelekatan dengan anggota keluarga, saling membantu kegiatan keluarga juga merupakan ajaran dan bagian dari amal shaleh sehingga menjadikan rumah kita sebagai surga kita (baiti jannati).

Bagi yang memang benar-benar tidak dapat melakukan aktivitas di rumah untuk menyelesaikan pekerjaan demi mencari nafkah keluarga dan tugas lainnya, sebagai ‘ikhtiyar’ maka wajib mengikuti panduan untuk mencegah kemungkinan terkena virus korona, yang sudah diberikan oleh ahlinya khususnya untuk menjaga kebersihan. Bagi seorang muslim, kebersihan adalah bagian dari keimanan, maka menjalankan protokol kebersihan untuk pencegahan wabah korona dapat kita niatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.

Bagi sebagian orang atau sebagian profesi, seperti guru, dosen, pegawai administrasi, bahkan pebisnis ‘online’ aktivitas WFH, tetap dapat menjalankan tugas-tugasnya, karena telah diketemukannya teknologi yang sangat membantu dalam menyelesaikan tugasnya. Memanfaatkan teknologi untuk dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya juga bagian dari kesabaran wujud dari ciri ‘Itqan’/ cerdas bagi seorang Muslim.

Aktivitas WFH bahkan merupakan dambaan bagi sebagian orang, karena akan terhindar dari kemacetan lalulintas, polusi, kelelahan dan efisiensi kerja. Suasana ini menggambarkan tentang ciri revousi industri 4.0, yang juga telah diingatkan dalam Alquran surat Ar-Rahman 33, yang arti luasnya memerintahkan jin dan manusia untuk melintasi penjuru langit dan dalam bumi Allah. Semoga kita termasuk orang-rang yang sabar. (*)


*Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) dan Dosen FEB UMY

Sumber: https://www.krjogja.com/kolom/hikmah-ramadan/hikmah-ramadan-sabar-hadapi-ujian-untuk-raih-kemenangan/

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here