Opini

Opini

Opini

Jul 13, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Memahami Organisasi, Memilih Pemimpin dan Memastikan Harapan Tertunaikan

Oleh: Ahmad Syauqi Soeratno

Saat bersih-bersih rumah, saya dipertemukannya kembali dengan sebuah buku yang bersejarah. Buku yang telah membantu membangun pemahaman utuh mengenai organisasi dan berbagai upaya untuk mengembangkannya agar sesuai dengan perubahan zaman.

Bersejarah, karena buku yang diterbitkan di tahun 1990-an ini, sejak 20 tahun lalu turut membentuk logika menjadi konsultan sekaligus pembelajar “pengembangan organisasi” yang harus selalu update dengan perubahan lingkungan.

Dan, karena darinya, menjadi mengerti tentang bagaimana sebuah organisasi semestinya berjalan, menyelesaikan persoalannya, dan menyiapkan diri menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Organisasi, bisa berupa entitas yang sangat sederhana, misalnya keluarga. Bisa pula entitas yang lebih besar, seperti institusi perusahaan, sekolah atau organisasi kemasyarakatan. Juga organisasi pemerintahan dari tingkat kelurahan hingga institusi publik paling tinggi yang disebut dengan negara.  

Pada umumnya, setiap organisasi memiliki tujuan jangka panjang. Inilah yang disebut visi. Selain itu, ada pula misi, sesuatu yang dibawa untuk mencapai visi.

Setiap organisasi bisa saja memiliki visi yang hampir sama. Bahkan, sama dengan yang lain. Adapun yang membedakan adalah orientasi aktifitas sebagai turunan dari visi dan misinya.

Organisasi bisnis, biasanya menonjolkan pencapaian target ekonomi dan finansial (profit oriented) dalam setiap aktifitasnya. Sementara, organisasi publik lebih mengarah pada target pelayanan publiknya (service oriented) yang harus semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Perusahaan adalah organisasi bisnis. Dan karenanya harus menarget keuntungan ekonomi demi kelangsungan usahanya. Sementara, pemerintahan adalah organisasi publik, yang karenanya harus selalu menomorsatukan peningkatan layanan kepada warga atau publiknya.

Outcome dari organisasi perusahaan adalah keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pemiliknya. Sementara, outcome organisasi pemerintahan adalah keberlangsungan manfaat layanan yang akan menyejahterakan warganya.

Karena sifat aktifitasnya yang berbeda, bahkan dalam beberapa hal bisa bertentangan, maka pengelolaan kedua tipe organisasi ini juga tidak selalu sama. Menjadi masalah baru apabila tata kelola keduanya dicampuradukkan tanpa kendali.

Apabila perusahaan dikelola sebagaimana organisasi publik, maka potensi keuntungannya pun tentu tidak akan maksimal. Bahkan, mungkin terjadi kerugian.

Demikian pula sebaliknya. Bila organisasi pemerintahan dikelola sebagaimana perusahaan, maka layanan publik akan terabaikan. Bahkan, aset milik publik pun akan dipertaruhkan hanya untuk keuntungan finansial semata.

Di sinilah pentingnya mengembangkan sistem dan tata kelola yang sesuai dengan kebutuhan organisasi serta pentingnya memiliki pemimpin yang mampu mengelola organisasi dengan cara yang tepat, apa pun orientasi organisasinya. Salah pilih pemimpin, organisasi yang akan menjadi korban.

Membaca lagi buku itu, mengingatkan kembali agar kita mengenali betul karakter organisasi kita. Sehingga kita dapat memilih pemimpin yang tepat, untuk memastikan tujuan dan harapan kita tertunaikan seutuhnya.

Penulis adalah Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah.

 

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here